Contoh Review Harian Akademik Plus Panduan dari Pakarnya

Kerapkali dosen pada mata kuliah tertentu memohon Kamu buat secara kritis meninjau postingan riset cocok bidang keilmuan Kamu:

Critical review paling tidak wajib mencangkup sebagian komponen, ialah, dengan variabel, analisis statistik, ikatan antar variabel, dll.

Riset dalam sosiologi, ilmu politik, psikologi, pembelajaran, ataupun pekerjaan sosial apapun diperbolehkan.( Tetapi ingat Kamu memerlukan postingan riset; tidak seluruh postingan merupakan postingan riset.)

Temukan panduan serta contoh review harian internasional yang hendak diulas secara mendalam dalam postingan ini.

Panduan Melaksanakan Review Jurnal contoh review jurnal

Panduan ini ialah hasil rangkuman dari para ahli dibidangnya, pakar- pakar tersebut merupakan regu reviewer di sebagian harian nasional ataupun internasional, amati detailnya di mari. Dalam menulis review postingan, Kamu butuh mencermati sebagian perihal berikut ini:

1. Ringkas Isi Postingan Bersumber pada Uraian Anda

Ringkas postingan yang Kamu kritik: ini menampilkan kalau Kamu memahaminya. Bagikan cerminan pendek tentang apa yang coba dicoba postingan tersebut( ialah, perkaranya), tata cara, bila relevan, serta tesis ataupun penemuan. Yakinkan buat mengatakan judul serta nama penulisnya.

2. Penilaian Isi Artikel- Lakukan Parafrase

Bagikan penilaian kritis terhadap postingan tersebut. Kamu bisa membahas rumusan permasalahan, tata cara, ataupun penemuan, ataupun seluruh ini, bagikan evaluasi Kamu tentang poin- poin tersebut( memakai parafrase ataupun kutipan langsung serta menampilkan no taman) buat pengamatan Kamu.

Di dasar ini merupakan sebagian persoalan panduan buat menolong Kamu memikirkan apa yang wajib ditulis:

Apakah postingan tersebut menanyakan persoalan yang benar?

Seberapa sesuai dengan postingan lain dengan topik yang sama?

Apakah riset berarti yang sepatutnya dipertimbangkan?

Apa perkaranya sesuai dengan metodenya? Misalnya, buat menguasai sikap siswa, apakah siswa diobservasi ataupun diwawancarai, ataupun apakah seluruh informasi berasal dari guru?

Sudahkah penemuan dilaporkan dalam format yang tidak berubah- ubah serta jelas? Apakah Kamu memandang permasalahan pada informasi yang diabaikan oleh postingan? Apakah postingan kandas buat mengklaim serta menarangkan batas apa juga?

Gimana logikanya serta apakah klaim didukung dengan benar dengan informasi yang meyakinkan? Apakah Kamu memandang terdapatnya kesalahan?

3. Bagikan Opini Kamu tentang Postingan Tersebut academia.co.id

Komentar Kamu tentang postingan tersebut. Apakah Kamu sepakat dengan tesis ataupun yakin dengan penemuan? Bila seluruhnya logis, jelas, serta tertib, tetapi Kamu senantiasa skeptis, gimana Kamu menjelaskannya?

Bisa jadi perbandingan mendasar dalam nilai hendak menjelaskannya, ataupun bisa jadi Kamu ketahui tentang fakta tandingan yang tidak dipertimbangkan oleh penulis.

4. Apa Donasi Postingan Tersebut

Ditaksir Kamu tentang donasi postingan terhadap pengetahuan serta implikasinya ataupun aplikasinya untuk dunia kita.

Baik itu contoh review harian pembelajaran ataupun contoh review harian apapun hendak mempunyai format yang sama dengan contoh yang hendak disajikan di dasar ini. Download contoh review harian doc.

Contoh Review Jurnal

1. Bagian Cover

Bagian ini berisi nama harian, judul serta bukti diri Kamu, contohnya selaku berikut:

Review Harian Pasukan Sosial Maret 2011, Volume 89, Edisi 3“ Kecantikan merupakan kesenangan abadi”? Kembali ke Energi Tarik Raga sepanjang Kursus Kehidupan, Mads Meier Jæger.

2. Bagian Ringkasan

Postingan ini merupakan riset tentang pengaruh energi tarik raga terhadap laki- laki serta perempuan. Harian ini mengukur keberhasilan energi tarik raga pada status sosial ekonomi serta keberhasilan pernikahan sepanjang ekspedisi hidup. Energi tarik buat perempuan serta laki- laki diukur bersumber pada energi tarik wajah, Indeks Massa Badan, serta besar tubuh. Penulis menyangka subjek ini berarti sebab dia menganjurkan energi tarik raga berarti sejauh ekspedisi hidup seorang serta itu wajib dipelajari lebih lanjut.

3. Bagian Penilaian Kritis

Bagian Tata cara serta Metode Pengumpulan Data

Tipe tata cara riset yang dicoba merupakan“ Observasi”. Metode yang diseleksi merupakan observasi non- partisipan sebab periset bukan bagian dari kelompok yang diujinya.

Ia membenarkan kalau ia tidak mempunyai pengaruh sama sekali dalam keputusan yang terbuat oleh para pesertanya. Terdapat sebagian wawancara yang dicoba oleh periset paling utama buat mengumpulkan informasi.

Kelemahan dari riset observasional merupakan kalau seluruh informasi ini bisa dikumpulkan, namun realitasnya, sebab ini merupakan kelompok yang terkonsentrasi serta terfokus sehingga tidak bisa digeneralisasikan.

Maksudnya, kesimpulan apa juga yang diperoleh dari riset ini, bisa jadi tidak berlaku buat segala populasi, namun cuma buat ilustrasi kecil orang ini.

Periset memilah kelompok dari Wisconsin Longitudinal Study( WLS), ialah sesuatu riset terhadap ilustrasi 10. 317 pria, serta wanita yang lulus dari SMA Wisconsin pada tahun 1957.

Seluruh partisipan diseleksi secara acak. Penulis mengklaim“[i] wawancara dengan responden ataupun orang tua mereka dicoba pada tahun 1957, 1964, 1975, 1992/ 1993, serta 2004.”

Energi tarik wajah mereka didasarkan pada foto novel tahunan sekolah menengah responden yang diambil kala mereka berumur dekat 18 tahun.

Baca Juga : Live Streaming: Panduan buat Pemula

Panel yang terdiri dari 6 laki- laki serta 6 perempuan memperhitungkan tiap gambar. Informasi dikumpulkan sampai responden berumur pertengahan 60- an.

Sekali lagi, di umur 6 puluhan mereka dinilai bersumber pada energi tarik. Sepanjang riset, penulis membagikan grafik yang menampilkan status sosial ekonomi responden, serta pula pemasukan individu pendamping mereka.

Bagian Pendekatan

Penulis memakai pendekatan Psikologi Evolusioner sebab dia mengklaim kalau manusia secara natural hendak memilah pendamping yang mempunyai keahlian buat bertahan hidup.

Identitas ini dikira selaku watak yang menarik serta salah satu karakteristik yang sangat universal merupakan sehat serta berpenampilan sehat. Ia memakai contoh tentang balita yang secara natural lebih memilah orang yang menarik daripada orang yang tidak menarik.

Pendekatan lain yang diambil penulis merupakan Psikologi Sosial serta dia merujuk pada stereotip“ apa yang indah itu baik”. Penulis mengklaim kalau“ tidak cuma orang yang secara raga( tidak) menarik dikira lebih( tidak) menarik disukai oleh orang lain, mereka pula bisa mengganti karakter mereka selaku asumsi atas anggapan luar ini.”

Ini berarti kalau seluruh kepositifan untuk orang- orang yang menarik ini hendak memfasilitasi kesuksesan serta menolong mereka mendapatkan pengembalian energi tarik raga jangka panjang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *