Arbitrase Komersial Internasional

A. Arbitrase

Tanpa sengketa, tidak ada arbitrase. Dalam pengertian hukum, arbitrase adalah salah satu teknik yang digunakan dalam penyelesaian sengketa dimana perkara diputuskan di luar pengadilan. Dibandingkan dengan kasus pengadilan biasa di mana hakim atau juri memutuskan kasus tersebut, majelis arbitrase meninjau sengketa dan mengeluarkan keputusan tersebut. Arbitrase memiliki karakteristik sebagai berikut: bersifat konsensual, netral, prosedurnya rahasia, arbiter dipilih secara pribadi oleh para pihak, dan keputusan mereka bersifat final dan dapat dengan mudah ditegakkan.

1. Arbitrase Komersial Internasional

1.1 Secara Umum

Arbitrase komersial internasional atau arbitrase internasional melibatkan penyelesaian sengketa atau kasus yang terkait dengan kontrak komersial internasional yang umumnya dilakukan oleh dan antara perusahaan atau lembaga internasional besar atau pemerintah dari berbagai negara di seluruh dunia. Penyelesaian sengketa kontrak ini merupakan tanggung jawab Kamar Dagang Internasional atau ICC, Asosiasi Arbitrase Amerika (cabang internasionalnya), Pusat Internasional untuk Penyelesaian Sengketa atau ICDR, Pusat Arbitrase Internasional Hong Kong, Pengadilan London Arbitrase Internasional atau LCIA, Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau WIPO dan Pusat Arbitrase Internasional Singapura atau SIAC, tergantung kasusnya.

Arbitrase komersial internasional dianggap sebagai campuran penyelesaian sengketa karena keserbagunaan dalam proses arbitrase. Prosedur arbitrase dapat menggunakan kombinasi hukum umum dan hukum perdata di mana kemampuan untuk menyelesaikan suatu kasus menjadi lebih dapat dicapai dan berhasil. Alasan penting mengapa banyak pihak merujuk kasus ke arbitrase adalah untuk menghindari praktik pengadilan lokal di wilayah hukum yang berbeda. Alasan lainnya antara lain: mendapatkan keputusan yang lebih efisien dan tailor-fit, memiliki arbiter yang ahli di bidangnya dan kebebasan memilih dan merancang proses arbitrase itu sendiri, dengan mempertimbangkan karakteristik prosedur yang fleksibel.

1.1 Mengapa Arbitrase Komersial Internasional?

Keuntungan menggunakan arbitrase komersial internasional dan manfaat hubungan internasional dapat diringkas sebagai berikut:

1. Kemampuan untuk memilih metode tertentu dalam menyelesaikan sengketa yang adil bagi kedua belah pihak, terutama jika mereka berasal dari negara yang berbeda di mana litigasi dan kerumitan hukum lainnya dapat menghambat penyelesaian kasus mereka;

2. Penegakan dan netralitas adalah dasar dalam menyelesaikan perselisihan. Keputusan menjadi mengikat kedua belah pihak. Dasar hukum untuk pengakuan putusan arbitrase adalah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pengakuan dan Penegakan Putusan Arbitrase Asing tahun 1958 atau dikenal sebagai Konvensi New York;

3. Arbiter, yang dipilih oleh para pihak, terkenal akan kompetensinya di bidangnya; dan

4. Kerahasiaan proses. Proses dan keputusan pengadilan terbuka untuk umum. Proses arbitrase terselubung dengan kerahasiaan dan oleh karena itu menarik bagi mereka yang tidak ingin penyelesaiannya diungkapkan. Sebagian besar, jika tidak semua, putusan arbitrase belum atau tidak dipublikasikan.

B.Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Perdagangan Internasional (UNCITRAL)

1. Ikhtisar

Semakin populernya arbitrase komersial internasional mengarah pada pembentukan Komisi Hukum Perdagangan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNCITRAL pada tahun 1966 dengan tujuan untuk mempromosikan kemajuan, mempersatukan dan menyelaraskan hukum perdagangan internasional.

Di bidang transaksi komersial internasional, UNCITRAL membantu merumuskan aturan model, hukum, dan konvensi yang berbeda yang diterima di seluruh dunia. Badan ini juga membantu memberikan panduan dan rekomendasi legislatif dan hukum serta memperbarui informasi hukum kasus dan pemberlakuan hukum komersial yang seragam. Selain itu, seminar yang berkaitan dengan hukum niaga seragam diadakan secara rutin dan bantuan teknis diberikan untuk proyek reformasi hukum yang berbeda.

2. Aturan Arbitrase UNCITRAL

Aturan arbitrase UNCITRAL adalah kompilasi komprehensif aturan prosedural yang dipilih oleh para pihak untuk memandu pelaksanaan proses arbitrase mereka. Aturan ini mencakup proses arbitrase (yang menyediakan model klausul arbitrase), aturan untuk memilih arbiter dan pelaksanaan proses, dan aturan mengenai bentuk, efek dan bagaimana putusan arbitrase diinterpretasikan.

Aturan arbitrase UNCITRAL diadopsi pada tahun 1976 * untuk tujuan memandu pihak yang melanjutkan arbitrase tanpa menggunakan lembaga arbitrase internasional. Pada tahun 2006, Model Hukum UNCITRAL diadopsi. Banyak negara di seluruh dunia menggunakan model ini untuk undang-undang arbitrase mereka sendiri. Revisi 2006 ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan praktik arbitrase yang berubah selama bertahun-tahun.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *